Penerapan Modernisasi Pertanian Terbukti Mampu Tingkatkan Produksi Padi Petani di Dawan Klungkung
Klungkung, 20 Februari 2026 – Penerapan Teknologi Pertanian Modern memberikan hasil yang positif bagi I Wayan Sutarjana (53), salah satu petani di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Dalam usahatani padinya Ia menggunakan sistem tanam jajar legowo, Varietas Unggul Baru (VUB), pergiliran varietas, pemupukan berimbang serta penggunaan alat dan mesin pertanian.
Sutarjana mengaku mulai menerapkan pola tanam Jajar Legowo 2:1 sejak tahun 2012 dan mengembangkan pola jarwo 4:1 pada tahun 2015. "Sistem ini memberikan ruang antar barisan tanaman sehingga cahaya matahari dan sirkulasi udara lebih optimal, yang berdampak pada peningkatan jumlah anakan produktif" jelasnya.
"Semenjak menggunakan pola tanam Jajar legowo, dan penggunaan VUB produktivitas padi saya meningkat 30-40 persen, pekerjaan menjadi lebih efisien. Penyiangan dan penyemprotan lebih mudah dilakukan" tambahnya.
Dimana sebelumnya menurut Sutarjana rata-rata produktivitas padinya sekitar 5 ton per hektar. Setelah penerapan modernisasi pertanian hasil meningkat menjadi sekitar 6,5–7 ton per hektar.
"Kami berharap ke depan juga mendapat dukungan dari pemerintah, berupa bantuan mesin tanam padi, mesin panen (thresher), pengolah tanah ( traktor), jaring tanaman untuk mengendalikan hama burung, serta perbaikan jaringan irigasi di Subak Telaga, khususnya Tempek Telaga Kaja" ungkapnya.
Desak Made Rai Puspa (Penyuluh BRMP Bali)
keberhasilan petani yaitu, I Wayan Sutarjana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani lainnya di Bali untuk beralih dari pertanian konvensional ke pertanian yang modern karena sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas, lebih efisien, dan berkelanjutan. "Adapun masih ada kendala berupa hama burung, petani bisa memasang jaring pada tanaman padi mereka saat memasuki fase generatif (60-70 hst). Sehingga kehilangan hasil dapat dihindari" ujarnya.
Sementara itu Wayan Ariada Penyuluh Wilbin Desa Pikat, Klungkung menambahkan bahwa sistem jajar legowo 2 :1, 4:1 dan 6:1 terbukti mampu meningkatkan efisiensi dalam budidaya padi, terutama penggunaan benih dan pemeliharaan tanaman padi.
(Desak Rai Puspa)